InfraLoka AcademyPathwayAI
PathwayAI

Modul 1 · Mulai dengan aman

Data kandidat dan karyawan yang tidak masuk ke model

6 menit baca6 menit bacaDitinjau 26 Oktober 2026

Intinya

Gaji, data kesehatan, catatan disiplin, dan NIK karyawan tidak masuk ke layanan AI umum. Kirim bentuk datanya dan data buatan (dummy data). CV ke model di luar negeri butuh dasar dan persetujuan. Bukan nasihat hukum.

Setelah pelajaran ini kamu bisa

  • Memilah data kandidat dan karyawan yang tidak boleh masuk ke layanan AI umum dalam pekerjaan HR
  • Mengerjakan tugas HR dengan nama kolom dan data buatan (dummy data), tanpa data asli karyawan
  • Mengenali syarat yang perlu dipenuhi sebelum CV kandidat dibaca model di luar negeri

Istilah di pelajaran ini

Pahami

Pekerjaan HR hampir selalu menyentuh data tentang orang. Lowongan menarik CV, CV memuat nama, alamat, riwayat kerja, dan kadang foto. Setelah orang itu diterima, datanya bertambah: gaji, rekening, nomor BPJS, NIK, catatan cuti sakit, hasil penilaian kinerja, catatan disiplin. Semua ini data pribadi (personal data) menurut UU PDP, dan sebagian termasuk data pribadi yang bersifat spesifik, misalnya data kesehatan, data keuangan pribadi, dan catatan kejahatan. Dasar undang-undangnya sudah dibahas di pelajaran dasar UU PDP; di sini kita menerapkannya ke meja HR.

Aturan yang kami pegang sederhana: gaji, data kesehatan, catatan disiplin, dan NIK karyawan tidak pernah masuk ke layanan AI umum. Layanan AI umum berarti layanan yang tidak dikontrak organisasimu untuk memproses data karyawan, termasuk akun pribadimu sendiri. Layanan itu belum tentu berniat buruk. Masalahnya, kamu tidak tahu di mana data itu disimpan, berapa lama, siapa yang bisa membacanya, dan apakah dipakai untuk melatih model. Karyawan yang datanya kamu tempel juga tidak pernah ditanya.

Data kandidat sedikit berbeda tetapi tetap sensitif. Kandidat mengirim CV untuk satu tujuan: dipertimbangkan untuk lowongan yang mereka lamar. Memakai CV itu di alat baru, apalagi alat yang memproses data di luar negeri, bisa membutuhkan dasar baru. Karena itu kami membagi data HR ke tiga kelompok: data yang tidak pernah masuk, data yang boleh masuk setelah disamarkan, dan data yang hanya boleh masuk lewat alat yang sudah disiapkan dasarnya.

Kabar baiknya, sebagian besar tugas HR yang ingin kamu bantu dengan AI tidak butuh data asli. Model butuh bentuk datanya, bukan isinya. Kalau kamu ingin rumus untuk menghitung sisa cuti, model cukup tahu nama kolom, aturan cutinya, dan dua baris data buatan (dummy data). Kalau kamu ingin pengumuman kenaikan gaji yang jelas, model cukup tahu struktur kenaikannya; daftar nama dan angka per orang tidak perlu. Kalau kamu ingin merapikan format laporan absensi, kirim tabel dengan kode buatan seperti K-01 dan K-02.

Cara kerjanya: tulis dulu apa yang ingin kamu hasilkan, lalu tanya apa yang minimal harus diketahui model untuk itu. Biasanya jawabannya adalah aturan, struktur, dan contoh. Data asli tetap di sistem HR, dan hasilnya kamu jalankan sendiri di sana. Cara menyamarkan data dengan benar, termasuk kenapa mengganti nama dengan kode belum membuat data anonim, ada di pelajaran menyamarkan data.

CV adalah kasus khusus karena fitur pembaca CV memang membutuhkan isi CV. Di sini pertanyaannya bergeser ke ke mana data pergi. Banyak model memproses data di server luar Indonesia, dan mengirim CV ke sana adalah transfer data lintas negara (cross-border data transfer). UU PDP Pasal 56 menyusun syaratnya, dan bila syarat lain tidak terpenuhi, persetujuan kandidat menjadi dasarnya. Sebelum CV dibaca model, pastikan organisasimu sudah menjawab: di mana data diproses, apa dasar transfernya, apakah kandidat diberi tahu dan diminta setuju, dan apakah ada jalan bagi kandidat yang menolak tanpa dirugikan.

Satu catatan tentang akun kerja. Organisasi yang sudah mengontrak layanan AI untuk HR biasanya punya kesepakatan tentang penyimpanan data, pelatihan model, dan lokasi server. Kesepakatan itu membuka sebagian pekerjaan, tetapi tidak membuat semua data boleh masuk. Data spesifik seperti catatan kesehatan dan disiplin tetap butuh alasan yang jelas dan sebaiknya diproses di sistem HR sendiri. Tanyakan ke petugas pelindungan data apa yang diizinkan untuk akun kerjamu, dan tulis jawabannya di catatan timmu supaya semua orang memakai aturan yang sama.

Contoh

Sebelum

Permintaan

Ini data cuti tim saya bulan ini (saya tempel tabel berisi nama lengkap, NIK, jenis cuti, dan keterangan sakit 25 karyawan). Tolong hitung sisa cuti tiap orang.

Hasilnya

Berikut sisa cuti setiap karyawan: Budi Santoso 7 hari, Sari Lestari 4 hari (catatan: sakit tipes, perlu pemantauan), ...

Sesudah

Permintaan

Tujuan: saya perlu rumus lembar kerja untuk menghitung sisa cuti tahunan per karyawan. Pembaca: saya sendiri, staf HR yang akan menjalankannya di sistem kami. Bahan: kolom A kode karyawan, B jatah cuti tahun ini, C cuti terpakai, D cuti bersama yang memotong jatah. Dua baris contoh buatan: K-01 | 12 | 3 | 2 dan K-02 | 12 | 0 | 2. Batas: jangan meminta data asli; abaikan cuti sakit karena tidak memotong jatah di aturan kami. Bentuk: satu rumus, penjelasan per bagian, hasil untuk dua contoh. Cek: sebutkan dua keadaan yang membuat rumus ini salah.

Hasilnya

Rumus di kolom E: =B2-C2-D2. B2 adalah jatah, C2 cuti terpakai, D2 cuti bersama. Untuk K-01 hasilnya 7, untuk K-02 hasilnya 10. Rumus ini salah bila jatah karyawan baru dihitung proporsional, atau bila ada sisa cuti tahun lalu yang masih boleh dipakai.

Yang berubah

  • Permintaan pertama mengirim NIK dan keterangan sakit, padahal keduanya tidak dibutuhkan untuk menghitung.
  • Jawaban pertama menyalin ulang data kesehatan orang, jadi data itu kini ada di dua tempat.
  • Versi perbaikannya hanya memberi bentuk dan data buatan; rumusnya dijalankan di sistem HR.

Kesalahan umum

Kesalahan
Memakai akun AI pribadi di ponsel untuk merapikan daftar gaji karena akun kerja sedang lambat.
Kenapa merugikan
Daftar gaji adalah data keuangan pribadi karyawan. Di akun pribadi tidak ada kontrak antara organisasimu dan penyedia, jadi kamu tidak tahu apakah data itu disimpan atau dipakai untuk pelatihan. Kalau terjadi kebocoran, organisasi mungkin punya kewajiban pemberitahuan dalam 3 x 24 jam.
Lakukan ini
Tunggu akun kerja, atau kerjakan dengan nama kolom dan data buatan. Kalau data asli terlanjur terkirim, laporkan hari itu juga ke atasan dan petugas pelindungan data.

Coba

Kartu pilah

Pilah bahan ini: boleh langsung ke layanan AI umum, boleh setelah diganti data buatan, atau hanya lewat alat yang dasarnya sudah disiapkan?

  1. Seratus CV pelamar untuk diringkas oleh model yang servernya di luar negeri

  2. Tabel lembur berisi nama dan jam lembur per karyawan, untuk mencari rumus

  3. Catatan disiplin seorang karyawan untuk dirapikan menjadi surat peringatan

  4. Struktur tunjangan baru per golongan jabatan, tanpa nama

  5. Rekap absensi dengan kode karyawan asli yang bisa dicocokkan ke nama

  6. Draf kebijakan kerja jarak jauh tanpa nama siapa pun

6 kartu lagi

Atasanmu ingin semua CV lowongan baru langsung dibaca fitur AI yang memakai model di luar negeri mulai besok. Apa yang paling tepat kamu sampaikan?

Bawa pulang

Sebelum menempel apa pun dari berkas HR

  • Saya tahu apakah bahan ini memuat data tentang orang tertentu
  • Gaji, data kesehatan, catatan disiplin, dan NIK tidak ikut terkirim
  • Untuk rumus dan format, saya hanya mengirim nama kolom dan data buatan
  • Saya memakai akun kerja yang disetujui, bukan akun pribadi
  • Untuk CV, saya tahu di mana model memproses data dan apa dasar transfernya
  • Kalau data asli terlanjur terkirim, saya melapor hari itu juga

Yang salah di tempat kami

Cara kerja kami

Data karyawan tidak masuk ke alat AI umum

Konteks
Di aplikasi HR yang kami jalankan, tim sering perlu bantuan menulis: kebijakan, pengumuman, ringkasan rapat. Bahan yang paling dekat di tangan sering berupa data karyawan: daftar gaji, catatan sakit, catatan disiplin, NIK.
Yang biasanya salah
Ini aturan kerja kami, bukan cerita satu kejadian. Gaji, data kesehatan, catatan disiplin, dan NIK karyawan tidak pernah ditempel ke layanan AI umum, termasuk untuk tugas yang terlihat sepele seperti merapikan tabel.
Akibatnya bila dibiarkan
Data seperti ini sebagian termasuk data pribadi yang bersifat spesifik menurut UU PDP. Sekali terkirim ke layanan di luar kendali organisasi, data itu tidak bisa ditarik kembali, dan karyawan yang bersangkutan tidak pernah diminta setuju.
Akar masalah
Tugas menulis dan data orang mudah tercampur karena keduanya ada di berkas yang sama. Orang menempel seluruh berkas padahal yang dibutuhkan model hanya bentuknya.
Cara kami
Yang kami kirim ke model hanya bentuknya: nama kolom, dua baris data buatan (dummy data), dan aturan yang ingin diterapkan. Pekerjaan yang butuh data asli dikerjakan orang yang berwenang di sistem HR sendiri.
Aturan yang kami pegang
Sebelum menempel apa pun dari berkas HR, kami bertanya: apakah ada data tentang orang tertentu di sini? Kalau ada, data itu diganti data buatan atau tugasnya dikerjakan tanpa AI umum.

PelajarannyaModel butuh bentuk datanya, bukan data karyawanmu.

Artinya untuk kerjamuSaat butuh bantuan AI untuk berkas HR, kirim nama kolom dan data buatan; data asli tetap di sistem HR.

Sumber