InfraLoka AcademyPathwayAI
PathwayAI

Modul 1 · Mulai dengan aman

Klaim produk yang bisa kamu buktikan

5 menit baca5 menit bacaDitinjau 26 Oktober 2026

Intinya

AI suka menambah klaim yang terdengar menjual: halal, BPOM, alami, menyembuhkan. Tulis hanya yang bisa kamu buktikan dengan sertifikat, izin, atau resep sendiri. Menawarkan barang secara tidak benar dilarang UU Perlindungan Konsumen.

Setelah pelajaran ini kamu bisa

  • Memilah klaim produk yang bisa dibuktikan dari klaim yang butuh sertifikat atau izin yang belum kamu punya
  • Meminta AI menulis deskripsi produk hanya dari fakta di lembar fakta produkmu sendiri
  • Mengenali larangan menawarkan barang secara tidak benar dalam UU Perlindungan Konsumen

Istilah di pelajaran ini

Pahami

Saat diminta menulis deskripsi produk yang menarik, model bahasa cenderung menambah kata yang sering muncul di iklan: tanpa pengawet, seratus persen alami, halal, terdaftar BPOM, berstandar SNI, aman untuk anak, menurunkan kolesterol. Model tidak tahu apakah produkmu memang begitu. Ia hanya tahu kata-kata itu sering muncul di deskripsi produk sejenis. Inilah halusinasi (hallucination) dalam bentuk yang paling berbahaya untuk penjual: terdengar wajar, dan langsung tampil di depan pembeli.

Klaim di deskripsi produk adalah janji kepada pembeli. Sebagian klaim butuh bukti resmi. Label halal hanya boleh dipakai bila produkmu sudah bersertifikat halal. Untuk makanan dan minuman, sertifikasi halal kini wajib: tahap untuk usaha mikro dan kecil berakhir 17 Oktober 2026 (UU Nomor 33 Tahun 2014 jo. PP Nomor 42 Tahun 2024). Usaha mikro dan kecil bisa mengajukan lewat jalur pernyataan pelaku usaha (self-declare) yang tidak dipungut biaya. Cek ketentuan terbaru di situs BPJPH. Ini informasi umum, bukan nasihat hukum. Nomor P-IRT atau nomor izin edar BPOM (MD/ML) hanya ditulis bila izin itu memang ada atas produk itu, dan nomornya disalin dari dokumen, bukan dari ingatan. Tanda SNI hanya untuk produk yang sudah lulus sertifikasinya. Klaim kesehatan pada pangan, misalnya 'menurunkan gula darah', diatur ketat: klaim kesehatan pada pangan butuh persetujuan BPOM, dan untuk produk P-IRT tidak boleh ditulis.

Sebagian klaim lain tidak butuh sertifikat, tetapi tetap harus benar. 'Dibuat dengan mentega asli' benar kalau resepmu memang memakai mentega, bukan margarin. 'Tahan dua minggu di suhu ruang' benar kalau kamu sudah mencobanya. 'Bahan katun' benar kalau label pemasokmu bilang begitu. Pegangan kami: setiap klaim harus bisa kamu tunjuk asalnya, entah sertifikat, izin, resep, label pemasok, atau percobaanmu sendiri.

Klaim palsu juga punya akibat hukum, selain soal etika. UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 9, melarang pelaku usaha menawarkan atau mengiklankan barang secara tidak benar atau seolah-olah memiliki sifat yang sebenarnya tidak ada. Contoh yang disebut di pasal itu antara lain: seolah-olah barang memenuhi standar mutu tertentu padahal tidak, seolah-olah barang telah mendapat persetujuan tertentu padahal tidak, dan memakai kata berlebihan seperti aman atau tidak berbahaya tanpa keterangan yang lengkap. Marketplace juga punya aturan sendiri tentang klaim dan produk yang dilarang, dan bisa menurunkan listing yang melanggar. Cek halaman aturan penjual di marketplace yang kamu pakai, karena aturannya bisa berubah. Gambaran ini informasi umum, bukan nasihat hukum; baca teks resmi pasalnya dan tanyakan ke ahli hukum bila ragu.

Cara paling aman memakai AI untuk deskripsi adalah memberinya lembar fakta, lalu melarangnya menambah fakta lain. Lembar fakta berisi nama produk, bahan atau material, ukuran atau berat bersih, cara simpan, masa simpan yang sudah kamu uji, izin dan sertifikat yang sudah kamu pegang beserta nomornya, dan hal yang tidak boleh diklaim. Di permintaan, tulis di bagian Batas: jangan menambah klaim yang tidak ada di bahan. Di bagian Cek, minta model menandai setiap kalimat dengan asal faktanya. Kalimat tanpa asal kamu coret.

Foto juga bisa membuat klaim. Logo halal yang ditempel di foto produk, gambar daun untuk kesan alami, atau tulisan 'best seller' di gambar sampul adalah klaim yang sama beratnya dengan teks. Kalau kamu memakai AI untuk membuat atau mengedit gambar produk, periksa juga apakah ada logo, label, atau tulisan yang ditambahkan tanpa kamu minta.

Contoh

Sebelum

Permintaan

Saya jual sambal bawang botolan buatan rumah. Tolong buatkan deskripsi produk yang menjual untuk marketplace.

Hasilnya

Contoh keluaran buruk; angka dan rujukannya dikarang model, jangan dipakai: Sambal Bawang Juara, 100% alami tanpa pengawet, halal dan terdaftar BPOM. Kaya antioksidan, baik untuk daya tahan tubuh. Tahan 6 bulan tanpa kulkas!

Sesudah

Permintaan

Tujuan: saya perlu deskripsi produk untuk listing sambal bawang botolan. Pembaca: pembeli di marketplace yang membaca dari ponsel. Bahan: lembar fakta: cabai rawit, bawang merah, bawang putih, minyak sayur, garam, gula. Berat bersih 150 gram. Simpan di kulkas setelah dibuka. Masa simpan yang sudah saya uji: 2 minggu di kulkas setelah dibuka. Izin: PIRT ada, nomornya ‹nomor-pirt›. Sertifikat halal: ‹nomor-sertifikat-halal›. Tidak ada uji laboratorium. Batas: jangan menambah klaim yang tidak ada di lembar fakta; tanpa klaim kesehatan, tanpa kata alami atau tanpa pengawet, logo halal hanya bersama nomor sertifikatnya. Bentuk: judul paling banyak 60 karakter, lalu deskripsi 80 sampai 120 kata dalam poin pendek. Cek: di bawahnya, daftar setiap klaim dan baris lembar fakta asalnya.

Hasilnya

Sambal Bawang Rumahan 150 g, Pedas Rawit. Dibuat dari cabai rawit, bawang merah, bawang putih, minyak sayur, garam, dan gula. Simpan di kulkas setelah dibuka dan habiskan dalam 2 minggu. P-IRT: ‹nomor-pirt›. Sertifikat halal: ‹nomor-sertifikat-halal›. Daftar klaim: bahan (baris bahan), 150 g (berat bersih), simpan di kulkas (cara simpan), 2 minggu (masa simpan teruji), P-IRT (izin), halal (sertifikat halal).

Yang berubah

  • Keluaran pertama mengarang empat klaim: alami, halal, BPOM, dan manfaat kesehatan. Tidak satu pun ada buktinya.
  • Masa simpan 6 bulan juga karangan dan bisa membuat pembeli sakit.
  • Permintaan kedua memberi lembar fakta, menyebut yang belum dimiliki, dan meminta daftar asal setiap klaim.

Kesalahan umum

Kesalahan
Membiarkan kata 'halal' atau 'tanpa pengawet' tetap di deskripsi karena terdengar bagus dan produk sejenis juga menulisnya.
Kenapa merugikan
Klaim tanpa bukti adalah menawarkan barang secara tidak benar. Pembeli bisa merasa tertipu, marketplace bisa menurunkan listing, dan nama tokomu yang menanggung, bukan model yang menulisnya.
Lakukan ini
Coret setiap klaim yang tidak bisa kamu tunjuk asalnya di lembar fakta. Kalau kamu ingin klaim itu, urus dulu sertifikat atau izinnya.

Coba

Kartu pilah

Pilah klaim di draf deskripsi ini: boleh ditulis karena ada asalnya, atau dicoret sampai ada buktinya?

  1. 'Berstandar SNI' karena pabrik lain membuat produk serupa dengan SNI

  2. 'Dijahit tangan' untuk tas yang kamu jahit sendiri

  3. 'Baik untuk penderita diabetes' untuk kue rendah gula

  4. 'Halal' untuk keripik yang bahannya halal tetapi belum bersertifikat

  5. 'Bahan 100% katun' sesuai label kain dari pemasok

  6. 'Berat bersih 250 gram' setelah kamu menimbang sendiri

6 kartu lagi

Draf dari AI menulis 'aman untuk kulit sensitif, tanpa efek samping' untuk sabun cuci piring racikanmu. Apa sikap yang paling tepat?

Bawa pulang

Sebelum deskripsi tayang

  • Setiap klaim bisa saya tunjuk asalnya di lembar fakta
  • Kata halal, BPOM, PIRT, atau SNI hanya muncul bila dokumennya ada, dengan nomor yang disalin dari dokumen
  • Tidak ada klaim kesehatan atau penyembuhan
  • Masa simpan yang ditulis sudah saya uji sendiri
  • Foto tidak memuat logo atau tulisan yang tidak bisa saya buktikan
  • Saya sudah membaca ulang aturan penjual marketplace yang saya pakai

Yang salah di tempat kami

Cara kerja kami

Setiap klaim produk butuh asal yang bisa ditunjuk

Konteks
Saat kami memakai AI untuk menyusun teks produk dan halaman penawaran, model sering menambah kata yang laku di iklan tetapi tidak ada di bahan yang kami berikan.
Yang biasanya salah
Teks produk kami dibuat dari lembar fakta, dan setiap klaim di draf harus bisa ditunjuk asalnya: dokumen, data, atau keputusan tertulis. Klaim yang tidak punya asal dicoret sebelum terbit.
Akibatnya bila dibiarkan
Klaim yang tidak benar merusak kepercayaan pembeli dan bisa melanggar larangan menawarkan barang secara tidak benar. Yang menanggung adalah penjual, bukan model.
Akar masalah
Model menulis apa yang biasa muncul di teks sejenis. Ia tidak tahu fakta produk yang tidak diberikan kepadanya.
Cara kami
Permintaan selalu memuat lembar fakta, larangan menambah klaim, dan permintaan daftar asal untuk setiap klaim.
Aturan yang kami pegang
Tidak ada teks produk yang terbit sebelum seseorang mencocokkan klaimnya dengan lembar fakta.

PelajarannyaKlaim yang tidak bisa kamu buktikan tidak ditulis, seberapa pun menjualnya.

Artinya untuk kerjamuSimpan lembar fakta untuk tiap produk, dan coret setiap kalimat dari AI yang tidak berasal dari lembar itu.

Sumber