Modul 1 · Mulai aman
Batas peran AI di layanan publik: membantu, bukan memutuskan
Intinya
AI di kantor pemerintahan menyiapkan bahan dan draf; pejabat berwenang yang menilai, memutuskan, dan menandatangani. Track ini bukan panduan resmi atau nasihat hukum, dan aturan instansimu tetap yang berlaku.
Setelah pelajaran ini kamu bisa
- Menjelaskan kenapa track ini bukan panduan resmi dan tidak menggantikan aturan serta pejabat instansi
- Membedakan pekerjaan layanan publik yang boleh dibantu AI dari keputusan yang tetap milik pejabat berwenang
- Mengaitkan nilai Surat Edaran Etika Kecerdasan Artifisial dengan pekerjaan harian di kantor pemerintahan
Istilah di pelajaran ini
Pahami
Track ini ditulis untuk aparatur sipil negara, staf pemerintah daerah, pegawai lembaga, dan pengelola program publik yang setiap hari menulis surat, menyusun laporan, merangkum rapat, dan menjawab warga. Pekerjaan seperti itu banyak berupa teks, dan model bahasa besar (large language model, LLM) pandai mengolah teks. Ia bisa merapikan draf nota dinas, membuat ringkasan notulen, atau menyusun daftar pertanyaan yang sering diajukan warga tentang sebuah layanan.
Namun kantor pemerintahan berbeda dari kantor swasta dalam satu hal penting: hampir setiap keluaranmu menyentuh hak warga atau dipakai atas nama negara. Surat yang keliru bisa membuat warga kehilangan tenggat. Pengumuman yang tidak jelas bisa membuat ratusan orang datang ke loket yang salah. Ringkasan rapat yang menambah kesimpulan bisa dikutip sebagai keputusan yang tidak pernah diambil. Karena itu, pertanyaan pertamanya bukan bisakah AI membuat ini, melainkan siapa yang bertanggung jawab atas hasilnya.
Jawabannya selalu orang, bukan mesin. Model tidak tahu aturan internal instansimu, tidak tahu keputusan rapat yang belum kamu ceritakan, dan bisa mengarang nomor peraturan, tanggal, atau angka yang tampak sah. Gejala ini disebut halusinasi (hallucination). Model juga tidak memegang jabatan, tidak disumpah, dan tidak bisa dimintai pertanggungjawaban. Pejabat bisa. Maka keluaran AI di kantor pemerintahan selalu berstatus draf sampai orang yang berwenang membacanya, memeriksa bahannya, dan memutuskan untuk memakainya. Prinsip ini disebut manusia dalam kendali.
Ada satu acuan yang perlu kamu kenal. Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial ditujukan kepada pelaku usaha serta penyelenggara sistem elektronik lingkup publik dan privat. Ini surat edaran, bukan undang-undang: isinya pedoman dan tidak mengikat setiap aparatur seperti undang-undang; cara instansimu menerapkannya diatur kebijakan instansi sendiri. Ia menyebut sembilan nilai: inklusivitas, kemanusiaan, keamanan, aksesibilitas, transparansi, kredibilitas dan akuntabilitas, pelindungan data pribadi, pembangunan dan lingkungan berkelanjutan, serta kekayaan intelektual. Di bagian tanggung jawab, surat edaran itu meminta agar AI tidak diselenggarakan sebagai penentu kebijakan dan/atau pengambil keputusan yang menyangkut kemanusiaan, dan agar informasi yang dihasilkan AI dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan ketika disebarkan kepada publik.
Dua kalimat itu cocok dengan cara kerja di track ini. AI boleh menyiapkan bahan; kebijakan dan keputusan tetap dibuat manusia. Teks yang keluar ke publik harus bisa kamu pertanggungjawabkan kalimat demi kalimat, termasuk angka dan rujukannya.
Supaya mudah dipakai, bagi pekerjaanmu menjadi tiga lapis. Lapis bahan: merapikan notulen, membuat daftar isi berkas, mengubah tabel menjadi kalimat, menerjemahkan bahan untuk dibaca internal. Di sini AI paling aman membantu, asal bahannya bebas dari data pribadi warga dan informasi yang dikecualikan. Lapis draf: konsep surat, pengumuman, jawaban aduan, telaah staf. AI boleh membantu, tetapi atasan atau pejabat yang memeriksa sebelum dipakai. Lapis keputusan: siapa menerima bantuan, izin mana yang disetujui, sanksi apa yang dijatuhkan, kebijakan mana yang dipilih, tanda tangan. Lapis ini sepenuhnya milik pejabat berwenang. AI tidak memilih, tidak menilai kelayakan, dan tidak menandatangani.
Sebelum
Permintaan
Tolong buatkan jawaban untuk warga yang menanyakan apakah usahanya boleh mendapat bantuan modal dari program kami. Jawab langsung ya atau tidak supaya cepat.
Hasilnya
Contoh keluaran buruk; jangan dipakai: Ya, usaha Bapak/Ibu memenuhi syarat dan bisa mendapat bantuan modal. Silakan datang ke kantor dengan membawa KTP.
Sesudah
Permintaan
Tujuan: saya staf layanan dan perlu draf balasan untuk warga yang bertanya tentang bantuan modal. Saya tidak meminta penilaian kelayakan. Pembaca: warga umum, bahasa sederhana. Bahan: syarat dan alur pendaftaran dari pengumuman resmi yang saya tempel di bawah. Batas: jangan menyatakan warga layak atau tidak layak; jangan menjanjikan bantuan; jangan menambah syarat di luar bahan. Bentuk: paling banyak 120 kata: syarat, cara daftar, siapa yang memutuskan, kapan kabar diberikan. Cek: tandai kalimat yang perlu disetujui atasan sebelum dikirim. [teks pengumuman resmi]
Hasilnya
Draf untuk diperiksa atasan. Terima kasih sudah bertanya. Syarat pendaftaran bantuan modal tercantum di pengumuman resmi: [daftar dari bahan]. Pendaftaran dilakukan melalui [alur dari bahan]. Kelayakan setiap pendaftar diperiksa dan diputuskan oleh [pihak yang memutuskan, dari bahan], bukan lewat pesan ini. Hasilnya diumumkan [waktu pengumuman, dari bahan]. [Perlu persetujuan atasan: kalimat tentang pihak yang memutuskan dan waktu pengumuman.]
Yang berubah
- Jawaban pertama memutuskan kelayakan warga tanpa data apa pun. Itu lapis keputusan yang diambil mesin, dan janji itu bisa mengikat instansi.
- Permintaan kedua membatasi peran AI, memberi bahan resmi, dan menyebut siapa yang memutuskan.
- Label draf dan tanda persetujuan membuat statusnya jelas sebelum ada yang mengirimnya.
Kesalahan umum
- Kesalahan
- Menyalin jawaban AI langsung ke kanal resmi instansi, seperti akun media sosial, layanan pesan, atau surat, karena bahasanya sudah rapi.
- Kenapa merugikan
- Apa pun yang keluar dari kanal resmi dibaca warga sebagai sikap instansi. Bila isinya salah, mengarang aturan, atau menjanjikan sesuatu, kerugiannya dirasakan warga dan kepercayaan publik ikut turun. Tidak ada pejabat yang pernah menyetujuinya.
- Lakukan ini
- Perlakukan keluaran AI sebagai konsep. Cocokkan dengan bahan resmi, beri tanda bagian yang perlu disetujui, dan kirim lewat alur persetujuan yang biasa di instansimu.
Coba
Kartu pilah
Untuk setiap tugas, tentukan lapisnya: boleh dibantu AI sebagai bahan atau draf, atau keputusan pejabat berwenang?
Merapikan notulen rapat koordinasi yang sudah ditulis tangan
Menandatangani surat balasan atas nama kepala dinas
Menyetujui atau menolak permohonan izin usaha
Membuat konsep pengumuman perubahan jam layanan
Menyusun daftar pertanyaan untuk rapat dengar pendapat
Menentukan warga mana yang masuk daftar penerima bantuan
6 kartu lagi
Atasanmu meminta konsep sambutan untuk acara peluncuran layanan. AI menulis sambutan yang bagus dan menyebut sebuah peraturan daerah sebagai dasar layanan. Apa langkahmu?
Bawa pulang
Batas peran AI di setiap tugas kantor
- Saya tahu kebijakan instansi saya tentang alat AI dan mengikutinya
- Saya menulis di permintaan bahwa saya meminta bahan atau draf, bukan keputusan
- Setiap keluaran saya beri label draf sampai diperiksa atasan atau pejabat
- Rujukan peraturan, tanggal, dan angka saya cek ke sumber resmi
- Tugas di lapis keputusan saya serahkan kepada pejabat berwenang
Yang salah di tempat kami
Pasal di alat penyaring adalah draf untuk penasihat hukum
- Konteks
- Kami membangun alat internal yang menyaring unggahan publik di media sosial terhadap aturan tentang ujaran.
- Yang biasanya salah
- Alat itu memeriksa setiap unggahan, unsur demi unsur, terhadap daftar pasal tetap yang dipilih menurut tanggal unggahan. Setiap teks pasal di daftar itu ditandai draf belum terverifikasi sampai penasihat hukum memeriksanya.
- Akibatnya bila dibiarkan
- Laporan menyebut dirinya alat bantu penyaringan untuk penasihat hukum, bukan putusan, dan memuat peringatan selama masih ada pasal yang belum terverifikasi.
- Akar masalah
- Model bisa menyebut pasal yang terdengar tepat tetapi tidak berlaku, salah versi, atau tidak cocok dengan faktanya, dan akibat salah menilai ujaran seseorang serius.
- Cara kami
- Teks pasal dimulai sebagai draf belum terverifikasi; hanya manusia, yaitu penasihat hukum, yang boleh menandainya terverifikasi, beserta tanggalnya.
- Aturan yang kami pegang
- Penasihat hukum wajib memverifikasi setiap pasal terhadap teks resmi sebelum laporan dijadikan pegangan.
PelajarannyaPasal di keluaran mesin adalah bahan kerja penasihat hukum, bukan putusan.
Artinya untuk kerjamuSetiap kali AI menyebut aturan atau pasal di pekerjaanmu, perlakukan sebagai draf sampai orang yang berwenang memeriksanya.
