Modul 1 · Mulai aman
Adil untuk semua siswa
Intinya
Model mengulang stereotip dari teks yang ia pelajari. Periksa contoh, nama, gambar, dan soal buatan AI terhadap ciri yang dilindungi, dan tulis batas keadilan di setiap permintaan.
Setelah pelajaran ini kamu bisa
- Mengenali ciri yang dilindungi dan penggantinya dalam materi, soal, dan umpan balik buatan AI
- Memeriksa materi buatan AI untuk stereotip sebelum dipakai di kelas
- Menulis batas keadilan ke dalam permintaan untuk materi dan soal
Istilah di pelajaran ini
Pahami
Materi pelajaran membentuk cara siswa melihat dirinya. Soal cerita yang selalu menampilkan ayah sebagai pekerja dan ibu di dapur, contoh tokoh ilmuwan yang semuanya dari satu daerah, atau gambar yang hanya menampilkan satu warna kulit, semuanya mengajarkan sesuatu di luar materi. Siswa yang tidak pernah melihat dirinya di dalam contoh akan menyimpulkan bahwa pelajaran itu bukan untuknya.
AI menambah risiko ini dengan dua cara. Pertama, bias model: model belajar dari teks manusia dalam jumlah besar, termasuk prasangkanya, sehingga tanpa diminta ia cenderung memberi nama, pekerjaan, dan peran yang paling umum di data latihnya. Minta sepuluh soal cerita, dan kemungkinan besar dokternya laki-laki, perawatnya perempuan, dan semua tokohnya tinggal di kota besar. Kedua, kecepatan: guru yang membuat lima soal sendiri mungkin menyadari polanya; guru yang menerima lima puluh soal sekaligus dari mesin jarang membaca semuanya dengan teliti.
Yang sering terlewat adalah pengganti, yaitu keterangan yang tidak menyebut ciri yang dilindungi tetapi membawanya. Contoh soal tentang liburan ke luar negeri atau gawai mahal menganggap semua siswa mampu. Soal yang memakai istilah daerah tertentu menyulitkan siswa dari daerah lain, padahal yang diukur adalah matematika. Umpan balik yang menilai logat atau tulisan tangan menilai hal yang tidak diajarkan.
Keadilan juga berlaku untuk bahasa. Siswa dengan disabilitas penglihatan atau disleksia butuh materi yang bisa dibaca alat bantu, kalimat pendek, dan huruf yang jelas. AI bisa membantu menyederhanakan bahasa, tetapi kamu yang memastikan isinya tidak menjadi lebih sedikit untuk siswa itu.
Cara memeriksanya tidak rumit. Baca hasil AI dengan tiga pertanyaan. Siapa yang muncul di contoh, dan siapa yang tidak pernah muncul? Apakah ada soal yang lebih mudah bagi siswa dari latar belakang tertentu, padahal tidak berkaitan dengan tujuan belajar? Apakah ada kalimat yang menilai siswa dari hal di daftar ciri yang dilindungi? Kalau ragu, minta rekan dari latar belakang berbeda membaca sepuluh soal pertama.
Gambar dan ilustrasi buatan AI butuh perhatian yang sama. Minta gambar seorang guru, ilmuwan, atau atlet, dan model gambar cenderung menghasilkan wajah, pakaian, dan tubuh yang paling sering ia lihat. Kalau kamu memakai ilustrasi di LKPD (lembar kerja peserta didik) atau slide, lihat seluruh rangkaian gambarnya sekaligus, bukan satu per satu. Tanyakan apakah siswa dengan kerudung, kursi roda, atau warna kulit berbeda pernah muncul, dan apakah ada tokoh yang digambarkan lucu atau bodoh karena ciri tubuhnya.
Perhatikan juga contoh nama. Nama memberi petunjuk tentang agama, suku, dan asal daerah. Model sering memakai nama dari satu daerah saja, atau memberi nama tertentu kepada tokoh yang berbuat salah. Ganti nama dengan peran atau pakai campuran nama dari banyak daerah, dan jangan pernah memakai nama siswa di kelasmu sebagai tokoh soal, sekalipun maksudnya akrab. Siswa yang namanya dipakai untuk tokoh yang gagal menghitung bisa diejek teman sekelasnya berhari-hari.
Terakhir, ingat bahwa adil tidak berarti semua siswa mendapat materi yang persis sama. Siswa yang belajar bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, atau yang membutuhkan huruf besar, boleh mendapat versi yang disesuaikan, asalkan tujuan belajarnya sama dan nilainya diukur dengan kriteria yang sama.
Sebelum
Permintaan
Buat 5 soal cerita perbandingan untuk kelas 7.
Hasilnya
Contoh keluaran buruk; jangan dipakai: (1) Pak Budi seorang insinyur membeli mobil baru... (2) Ibu memasak kue untuk arisan... (3) Andi berlibur ke luar negeri bersama keluarganya... Semua tokoh laki-laki bekerja, semua tokoh perempuan di rumah, dan dua soal menganggap keluarga mampu.
Sesudah
Permintaan
Tujuan: saya perlu 5 soal cerita perbandingan untuk kelas 7 yang bisa dikerjakan semua siswa. Pembaca: siswa kelas 7 dari latar belakang yang beragam. Bahan: konsep perbandingan senilai dan berbalik nilai. Batas: tokoh dan pekerjaan beragam tanpa pola peran laki-laki dan perempuan; konteks sehari-hari yang dikenal siswa di desa maupun kota; tanpa barang mahal; tanpa menyebut agama, suku, atau penampilan. Bentuk: soal, lalu kunci dan langkah penyelesaian. Cek: di akhir, sebutkan peran setiap tokoh supaya saya bisa memeriksa keragamannya.
Hasilnya
Draf, kunci belum dicek guru: (1) Seorang petani dan anaknya menanam bibit... (2) Bu Sari, montir di bengkel, mengganti oli... (3) Tim voli sekolah membagi botol air... Peran tokoh: petani laki-laki, montir perempuan, tim campuran, penjual sayur laki-laki, perawat laki-laki.
Yang berubah
- Permintaan pertama tidak memberi batas, jadi model memakai pola paling umum dari data latihnya.
- Permintaan kedua menulis batas keadilan dengan jelas dan meminta daftar peran untuk diperiksa.
- Guru tetap menghitung ulang kunci jawaban; model bisa salah hitung.
Kesalahan umum
- Kesalahan
- Menganggap materi buatan AI netral karena dibuat mesin.
- Kenapa merugikan
- Mesin belajar dari tulisan manusia dan mengulang polanya dalam jumlah besar. Stereotip yang lolos ke lima puluh soal akan dibaca seluruh angkatan.
- Lakukan ini
- Tulis batas keadilan di permintaan, minta daftar peran tokoh, dan baca hasilnya dengan tiga pertanyaan pemeriksaan sebelum dipakai.
Coba
Kartu pilah
Mana yang mengukur tujuan belajar, dan mana yang membawa ciri yang dilindungi atau penggantinya?
Soal membaca grafik curah hujan
Soal tentang biaya tiket pesawat liburan keluarga
Rubrik yang menilai bukti dan penalaran
Contoh tokoh pemimpin yang semuanya laki-laki
Soal menghitung luas kebun sayur
Umpan balik tentang kerapian tulisan tangan di tugas sains
6 kartu lagi
Kamu ingin soal cerita terasa akrab, jadi berencana memakai nama siswa di kelasmu sebagai tokoh. Apa pilihan terbaik?
Periksa keadilan materi
Bisa dipakai di asisten AI mana pun.
Prompt-mu
Tujuan: saya perlu pemeriksaan keadilan untuk materi di bawah ini sebelum dipakai di kelas ‹jenjang›. Pembaca: saya sendiri. Bahan: ‹materi› Batas: jangan menulis ulang materinya; hanya tandai. Periksa usia, jenis kelamin, agama, suku atau ras, status perkawinan, kehamilan, disabilitas, domisili atau asal daerah, foto atau penampilan, kondisi kesehatan, dan keadaan ekonomi. Bentuk: tabel kalimat, masalah yang mungkin, saran pengganti. Cek: tulis juga siapa yang tidak pernah muncul di contoh.
Bawa pulang
Pemeriksaan keadilan
- Permintaan saya menulis batas keadilan dengan jelas
- Saya membaca siapa yang muncul dan siapa yang tidak pernah muncul di contoh
- Tidak ada soal yang lebih mudah bagi latar belakang tertentu tanpa alasan belajar
- Umpan balik tidak menilai hal di daftar ciri yang dilindungi
- Materi bisa dibaca siswa yang memakai alat bantu
Yang salah di tempat kami
Kedua bahasa dibaca penelaah
- Konteks
- Kursus kami ditulis dalam bahasa Indonesia dengan versi bahasa Inggris di sampingnya.
- Yang biasanya salah
- Penelaah membaca setiap pelajaran dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, dan pemeriksa otomatis memastikan setiap teks punya pasangan di bahasa lain.
- Akibatnya bila dibiarkan
- Pembaca di kedua bahasa mendapat isi dan batas keamanan yang sama.
- Akar masalah
- Terjemahan yang hanya diperiksa sekilas sering kehilangan peringatan atau mengubah arti kalimat penting.
- Cara kami
- Setiap pelajaran dibaca dalam dua bahasa, dan perbedaan isi diperbaiki di kedua sisi.
- Aturan yang kami pegang
- Pemeriksa konten menolak teks yang hanya ada dalam satu bahasa dan templat yang kolom isiannya berbeda antara dua bahasa.
PelajarannyaSetiap pembaca berhak atas isi dan peringatan yang sama.
Artinya untuk kerjamuKalau kamu memakai AI untuk menerjemahkan materi atau surat, baca kedua versinya sebelum dikirim.
