InfraLoka AcademyPathwayAI
PathwayAI

Modul 8 · Kamu yang memutuskan

Keputusan otomatis dan hak orang

6 menit baca6 menit bacaDitinjau 26 Oktober 2026

Intinya

UU PDP memberi Subjek Data Pribadi hak mengajukan keberatan atas keputusan yang hanya didasarkan pada pemrosesan otomatis dan berdampak signifikan. Siapkan peninjauan manusia yang berarti dan jalur keberatan yang jelas. Bukan nasihat hukum.

Setelah pelajaran ini kamu bisa

  • Menjelaskan hak orang untuk menolak keputusan yang hanya dibuat secara otomatis (UU PDP Pasal 10 ayat (1))
  • Merancang jalur keberatan dan peninjauan manusia untuk keputusan tentang orang
  • Mengenali kapan keputusan otomatis membutuhkan penilaian dampak (UU PDP Pasal 34)

Istilah di pelajaran ini

Pahami

Pasal 10 ayat (1) UU PDP menyatakan bahwa Subjek Data Pribadi berhak mengajukan keberatan atas tindakan pengambilan keputusan yang hanya didasarkan pada pemrosesan secara otomatis, termasuk pemprofilan, yang menimbulkan akibat hukum atau berdampak signifikan pada Subjek Data Pribadi. Ada empat bagian yang perlu dibaca pelan-pelan:

  • Subjek Data Pribadi: orang yang datanya diproses, misalnya pelamar, karyawan, pelanggan, atau penerima bantuan.
  • Hanya didasarkan pada pemrosesan otomatis: keputusan diambil oleh sistem tanpa keterlibatan manusia yang berarti. Seseorang yang hanya meneruskan hasil sistem tanpa memeriksa tidak mengubah sifat otomatisnya.
  • Pemprofilan: menilai sisi-sisi seseorang dari datanya, misalnya memperkirakan kinerja, keandalan, minat, atau perilakunya. Skor kecocokan pelamar yang dihitung AI adalah contoh pemprofilan.
  • Akibat hukum atau dampak signifikan: misalnya lamaran ditolak, pinjaman tidak disetujui, bantuan tidak diberikan, kontrak tidak diperpanjang.

Undang-undang ini juga memuat pengecualian tertentu atas hak-hak Subjek Data Pribadi, jadi penerapannya pada kasus nyata perlu dicek ke ahlinya.

Perhatikan juga apa yang tidak dikatakan pasal ini. Pasal 10 ayat (1) berbicara tentang hak mengajukan keberatan. Ia tidak, dengan sendirinya, merumuskan hak untuk diberi tahu bahwa AI dipakai atau hak atas penjelasan cara kerja sistem. Hak atas informasi tentang identitas pihak yang memproses, dasar hukum, dan tujuan pemakaian data diatur di Pasal 5 (lihat pelajaran dasar UU PDP). Banyak organisasi memilih memberi tahu orang bahwa AI ikut membantu dan menjelaskan alasan keputusannya; itu praktik yang baik untuk kepercayaan, tetapi sebutlah sebagai kebijakanmu, bukan sebagai bunyi pasal ini.

Untuk tim yang memakai AI dalam keputusan tentang orang, ada dua pekerjaan rumah.

Pertama, jangan biarkan keputusan berdampak signifikan menjadi otomatis tanpa disadari. Pastikan ada manusia yang meninjau: membuka data, menimbang alasan, dan berwenang memutuskan berbeda dari sistem. Peninjauan yang hanya formalitas tidak cukup. Cara menilai tugas mana yang boleh berjalan otomatis ada di pelajaran kapan tidak mengotomasi.

Kedua, siapkan jalur keberatan sebelum dibutuhkan. Jalur yang baik punya enam bagian:

  1. Cara mengajukan yang mudah dan disebut di pemberitahuan keputusan: alamat, formulir, atau nomor layanan resmi.
  2. Tenggat jawaban yang jelas, misalnya dalam sepuluh hari kerja.
  3. Peninjau manusia yang tidak terlibat dalam keputusan awal dan berwenang mengubahnya.
  4. Peninjauan yang berarti: peninjau melihat data asli dan alasan orang yang berkeberatan, bukan sekadar menjalankan ulang model yang sama.
  5. Catatan: keberatan, peninjauan, dan hasilnya dicatat.
  6. Tanpa hukuman: orang tidak dirugikan karena mengajukan keberatan.

Selain itu, ingat Pasal 34: Pengendali Data Pribadi wajib melakukan penilaian dampak pelindungan data pribadi untuk pemrosesan berisiko tinggi, dan undang-undang menyebut pengambilan keputusan secara otomatis yang menimbulkan akibat hukum atau dampak signifikan sebagai salah satunya, bersama pemrosesan data spesifik, pemrosesan skala besar, serta evaluasi, penskoran, atau pemantauan yang sistematis. Rencana memakai AI untuk menyaring pelamar atau menilai karyawan hampir selalu masuk wilayah ini. Libatkan petugas pelindungan data sejak rancangan, bukan setelah fiturnya jalan.

Contoh

Sebelum

Permintaan

Tulis email otomatis untuk semua pelamar dengan skor AI di bawah 60, memberi tahu bahwa mereka tidak lolos.

Hasilnya

Yth. Pelamar, berdasarkan hasil penilaian sistem kami, Anda dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi. Keputusan ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Terima kasih atas minat Anda.

Sesudah

Permintaan

Saya perlu draf pemberitahuan untuk pelamar yang tidak dilanjutkan ke tahap berikutnya. Prosesnya: AI membantu meringkas lamaran, lalu perekrut meninjau setiap lamaran dan memutuskan. Pembaca: pelamar, yang mungkin kecewa. Batas: jangan menyebut skor, jangan menyebut keputusan sebagai final atau tidak bisa digugat, dan jangan menjanjikan hal di luar bahan. Isi wajib: keputusan diambil oleh tim rekrutmen; cara mengajukan keberatan atau meminta peninjauan ulang lewat [alamat resmi]; tenggat jawaban 10 hari kerja; kontak untuk pertanyaan tentang data pribadi pelamar. Bentuk: maksimal 150 kata, sopan, bahasa Indonesia baku.

Hasilnya

Yth. Bapak/Ibu, Terima kasih telah melamar posisi [nama posisi]. Setelah meninjau lamaran Anda, tim rekrutmen memutuskan untuk tidak melanjutkannya ke tahap berikutnya. Bila Anda keberatan atas keputusan ini atau ingin lamaran Anda ditinjau ulang, silakan sampaikan melalui [alamat resmi]. Kami akan menjawab paling lambat 10 hari kerja. Untuk pertanyaan tentang data pribadi Anda, hubungi [kontak pelindungan data]. Hormat kami, Tim Rekrutmen

Yang berubah

  • Versi pertama menjadikan skor AI satu-satunya dasar penolakan, lalu menutup pintu keberatan. Itu berlawanan dengan Pasal 10 ayat (1).
  • Surat yang lebih baik hanya jujur bila prosesnya memang begitu: perekrut meninjau setiap lamaran. Surat tidak boleh lebih baik dari prosesnya.
  • Dengan jalur keberatan, tenggat, dan kontak data, orang tahu persis cara memakai haknya.

Kesalahan umum

Kesalahan
Menambahkan "persetujuan manusia" yang hanya berupa satu tombol setuju untuk ratusan keputusan AI sekaligus, lalu menganggap keputusannya tidak lagi otomatis.
Kenapa merugikan
Secara isi, keputusannya tetap hanya didasarkan pada pemrosesan otomatis. Kesalahan model lolos semua, orang yang terdampak tetap punya hak keberatan, dan organisasi tidak bisa menunjukkan bahwa ada pertimbangan manusia yang nyata.
Lakukan ini
Rancang peninjauan per kasus untuk keputusan yang berdampak signifikan, dengan waktu dan wewenang yang cukup bagi peninjau. Kalau volumenya terlalu besar untuk ditinjau sungguh-sungguh, itu tanda keputusan itu belum boleh dibantu AI dengan cara ini.

Coba

Kartu pilah

Apakah situasi ini termasuk keputusan yang hanya didasarkan pada pemrosesan otomatis dan berdampak signifikan?

  1. Sistem menolak permohonan pinjaman karyawan secara otomatis bila skor AI di bawah ambang, tanpa ada yang memeriksa

  2. AI menyarankan tiga jadwal pelatihan dan peserta memilih sendiri

  3. AI mengelompokkan keluhan pelanggan menurut topik untuk laporan bulanan

  4. AI meringkas CV, lalu perekrut membaca CV aslinya dan memutuskan sendiri

  5. Kontrak mitra pengemudi tidak diperpanjang otomatis karena skor perilaku dari aplikasi

  6. Supervisor menekan "setuju semua" untuk 300 penolakan klaim yang disiapkan AI

6 kartu lagi

Ikuti jalur keberatan seorang pelamar yang lamarannya tidak dilanjutkan. Di setiap titik, pikirkan apa yang harus sudah siap.

Langkah 1 dari 6

Pemberitahuan keputusan

Pemberitahuan menyebut siapa yang memutuskan dan cara mengajukan keberatan.

Bawa pulang

Sebelum AI ikut dalam keputusan tentang orang

  • Saya tahu keputusan mana yang berdampak signifikan pada orang
  • Setiap keputusan seperti itu ditinjau manusia yang sungguh memeriksa dan berwenang mengubahnya
  • Pemberitahuan keputusan menyebut cara mengajukan keberatan dan tenggat jawabannya
  • Peninjau keberatan bukan orang yang membuat keputusan awal
  • Penilaian dampak sudah dibicarakan dengan petugas pelindungan data sejak rancangan

Yang salah di tempat kami

Cara kerja kami

Fitur AI lahir dalam keadaan mati

Konteks
Hampir setiap aplikasi kami mendapat fitur AI, dari ringkasan sampai penilaian. Tes otomatisnya memakai jawaban model palsu supaya cepat dan bisa diulang.
Yang biasanya salah
Fitur AI bisa lulus semua tes dengan model palsu dan tetap memberi hasil kurang tepat dengan model asli di data asli.
Akibatnya bila dibiarkan
Tanpa aturan ini, pengguna bisa menjadi orang pertama yang melihat hasil buruk.
Akar masalah
Tes dengan model palsu menguji kode di sekitar model, bukan perilaku model itu sendiri.
Cara kami
Setiap fitur AI baru diberi flag yang mati secara bawaan.
Aturan yang kami pegang
Flag dinyalakan setelah pemilik memeriksa hasil model asli di data asli; pemeriksaan itu adalah langkah rilis tersendiri.

PelajarannyaBiarkan manusia melihat hasil AI di data asli sebelum pengguna melihatnya.

Artinya untuk kerjamuSebelum hasil AI dipakai orang lain, coba dulu pada pekerjaanmu sendiri dan lihat sendiri hasilnya; contoh latihan yang rapi belum membuktikan apa-apa.

Sumber