Modul 4 · Periksa sebelum percaya
Kenapa model mengarang
Intinya
Model menulis salah satu kelanjutan yang mungkin, bukan memeriksa kebenaran. Saat dasarnya lemah, ia tetap menulis sesuatu yang terdengar benar. Beri sumber, izinkan ia bilang tidak tahu, dan minta kutipan yang bisa kamu cek.
Setelah pelajaran ini kamu bisa
- Menjelaskan dengan bahasamu sendiri kenapa halusinasi terjadi
- Mengenali jenis pertanyaan yang paling rawan dijawab dengan karangan
- Memakai tiga cara mengurangi karangan: beri sumber, izinkan tidak tahu, minta kutipan
Istilah di pelajaran ini
Pahami
Halusinasi (hallucination) adalah sebutan untuk jawaban AI yang lancar dan yakin, tetapi tidak berdasar: nomor pasal yang tidak ada, judul buku yang tidak pernah terbit, angka yang tidak pernah diukur siapa pun. Kata ini terdengar seperti gangguan sesekali. Kenyataannya, halusinasi adalah akibat langsung dari cara model bekerja.
Ingat lagi pelajaran tentang penebak teks. Saat menjawab, model menyusun teks satu token (potongan kata yang dihitung dan dibaca model) demi satu. Di setiap langkah ada banyak kelanjutan yang masuk akal, dan model memilih salah satu kelanjutan yang mungkin. Tidak ada langkah tersendiri di dalamnya yang bertanya "apakah ini benar?" atau "apakah saya tahu ini dari sumber?". Kalau pola dari pelatihan model kuat, misalnya untuk fakta yang ditulis ribuan kali di banyak tempat, kelanjutan yang dipilih biasanya benar. Kalau polanya lemah, model tetap menulis, karena menulis adalah satu-satunya hal yang ia lakukan.
Ada satu dorongan lagi. Setelah pelatihan awal, model dilatih lanjut supaya menjadi asisten yang membantu. Jawaban yang lengkap dan percaya diri cenderung dinilai lebih membantu daripada "saya tidak tahu". Hasilnya, tanpa diminta, model jarang mengaku tidak tahu.
Contoh yang kami pakai di seluruh kursus ini: seseorang bertanya pasal mana yang mengatur cuti melahirkan dan berapa lamanya. Model menjawab dengan nomor pasal dari undang-undang ketenagakerjaan tahun 2003, lama cuti satu setengah bulan sebelum dan satu setengah bulan sesudah melahirkan, menambahkan syarat "hanya untuk karyawan tetap", lalu menyebut semuanya "aturan yang berlaku saat ini". Sebagian jawaban itu memang ada di teks lama. Syarat karyawan tetap tidak ada di teks itu: itu karangan. Dan sejak 2024 ada undang-undang yang lebih baru tentang kesejahteraan ibu dan anak, yang mengatur cuti melahirkan bagi ibu yang bekerja paling singkat tiga bulan, dan bisa sampai enam bulan dalam kondisi khusus. Model tidak berbohong, karena berbohong butuh niat. Aturan lama ditulis dan dibahas selama sekitar dua puluh tahun, jadi polanya lebih kuat di data pelatihan daripada aturan baru, yang bahkan bisa terbit sesudah batas pengetahuan (knowledge cutoff) model. Ia menulis bentuk jawaban hukum yang sangat ia kenal, lalu mengisi bagian yang tidak ia ketahui dengan pola yang paling mirip.
Itulah kenapa kelancaran bukan tanda kebenaran. Jawaban yang dikarang dan jawaban yang benar ditulis dengan nada dan rapi yang sama. Kamu tidak bisa membedakannya dari gaya bahasanya, hanya dari sumbernya.
Tidak semua pertanyaan sama rawannya. Karangan paling sering muncul pada enam jenis pertanyaan.
Pertama, detail yang sangat spesifik: nomor pasal, nomor putusan, angka statistik, tanggal persis, harga. Bentuknya mudah ditiru, isinya sulit diingat. Kedua, nama orang, lembaga kecil, atau produk yang jarang dibahas. Model punya sedikit contoh tentang mereka, jadi ia mencampur ciri dari nama yang mirip. Ketiga, kutipan dan rujukan: "siapa yang pernah berkata ...", "sebutkan lima penelitian tentang ...". Model bisa membuat judul, penulis, dan tahun yang terdengar sangat akademis. Keempat, kejadian baru. Pengetahuan model berhenti di batas pengetahuannya, jadi peraturan, harga, atau berita setelah itu tidak ia ketahui. Kelima, urusan internal: kebijakan kantormu, nama klienmu, keputusan rapat minggu lalu. Semua itu tidak pernah ada di data pelatihannya. Keenam, pertanyaan yang premisnya salah, misalnya "kenapa aturan itu dicabut tahun lalu?" padahal aturannya tidak pernah dicabut. Model cenderung mengikuti arah pertanyaan dan menjelaskan pencabutan yang tidak pernah terjadi.
Sebaliknya, risiko karangan paling kecil saat model mengolah bahan yang ada di depannya: meringkas teks yang kamu tempel, mengubah nada, menyusun ulang, menerjemahkan. Bukan berarti nol, karena model tetap bisa salah membaca atau menambah sesuatu, tetapi kamu punya bahan untuk mencocokkannya.
Sebelum
Permintaan
Pasal berapa yang mengatur cuti melahirkan, dan berapa lama cutinya?
Hasilnya
Cuti melahirkan diatur dalam Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan: pekerja perempuan berhak istirahat 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan sesudah melahirkan, jadi totalnya 3 bulan. Hak ini hanya berlaku untuk karyawan tetap. Ini aturan yang berlaku saat ini.
Sesudah
Permintaan
Saya sedang menyiapkan jawaban untuk pertanyaan karyawan tentang lama cuti melahirkan. Di bawah ini saya tempel dua teks yang saya salin dari basis data peraturan resmi: Pasal 82 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024. Jawab hanya dari dua teks ini. Untuk setiap pernyataan, kutip kalimat persisnya dan sebutkan teks sumbernya. Kalau dua teks mengatur hal yang sama secara berbeda, tunjukkan bedanya, tetapi jangan memutuskan mana yang berlaku untuk kasus saya. Kalau teks tidak menjawab sebagian pertanyaan, tulis "tidak ada di teks" dan jangan menebak. Teks 1: [Pasal 82 yang saya tempel] Teks 2: [Pasal 4 yang saya tempel]
Hasilnya
Teks 1 (2003): pekerja perempuan berhak "memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan". Teks 2 (2024): ibu yang bekerja berhak atas cuti melahirkan "paling singkat 3 (tiga) bulan pertama" dan "paling lama 3 (tiga) bulan berikutnya jika terdapat kondisi khusus yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter". Bedanya: teks 2, yang lebih baru, mengatur cuti yang lebih panjang dan membuka tambahan dalam kondisi khusus. Soal syarat karyawan tetap: tidak ada di kedua teks. Mana yang berlaku untuk kasus karyawan ini, dan bagaimana kedua aturan dibaca bersama: tidak bisa saya pastikan dari teks ini. Tanyakan ke bagian SDM atau penasihat hukum.
Yang berubah
- Jawaban pertama mencampur tiga hal: kutipan aturan lama yang memang ada, syarat karangan (karyawan tetap), dan klaim "berlaku saat ini" yang sudah tidak tepat.
- Sumber: model menjawab dari teks resmi yang kamu berikan, termasuk aturan yang lebih baru, bukan dari ingatannya.
- Izin tidak tahu: syarat karyawan tetap dijawab "tidak ada di teks"; model tidak mengisinya dengan karangan.
- Kutipan: setiap pernyataan bisa kamu cocokkan kata per kata dengan sumbernya.
- Model diminta menunjukkan beda; keputusannya tetap padamu. Contoh ini untuk latihan, bukan nasihat hukum; rincian seperti upah selama cuti ada di teks resminya.
Contoh tadi menunjukkan satu pemeriksaan yang sering terlewat. Ada dua pertanyaan yang perlu dijawab: "apakah pasal ini ada?" dan "apakah ini masih aturan yang terbaru tentang hal ini?". Kutipan yang benar dari undang-undang lama tetap bisa menyesatkan kalau sudah ada aturan baru tentang hal yang sama, dan model bisa saja mengutip aturan lama karena polanya paling kuat di data pelatihannya.
Tiga langkah sederhana:
- Ambil teks dari basis data (database) peraturan resmi, bukan dari ingatan model atau ringkasan di blog.
- Lihat status peraturan itu di sana. Basis data resmi biasanya mencatat apakah sebuah peraturan sudah diubah atau dicabut, dan oleh peraturan apa.
- Cari juga peraturan yang lebih baru tentang topik yang sama. Aturan baru bisa mengatur hal yang sama tanpa mencabut aturan lama, jadi status "berlaku" pada aturan lama belum menjawab semuanya. Dalam contoh cuti melahirkan, undang-undang tahun 2024 mengatur lama cuti yang berbeda dari teks tahun 2003.
Bagaimana dua aturan dibaca bersama untuk kasus seorang karyawan adalah pertanyaan untuk bagian SDM atau penasihat hukum, bukan untuk model dan bukan untuk kursus ini. Tugasmu sebagai pemakai AI lebih sederhana: jangan berhenti di jawaban pertama, dan jangan meneruskan sebuah aturan ke orang lain sebelum kamu tahu aturan itu masih yang terbaru.
Kesalahan umum
- Kesalahan
- Memeriksa jawaban dengan bertanya "kamu yakin?" ke model yang sama.
- Kenapa merugikan
- Pertanyaan itu hanya meminta satu kelanjutan lagi. Model bisa tetap bertahan pada karangannya dengan kalimat yang lebih yakin, atau meminta maaf dan mengganti jawaban yang tadinya sudah benar. Dua-duanya tidak memberitahumu apa pun tentang kebenaran.
- Lakukan ini
- Cocokkan ke sumber di luar model: teks resmi, dokumen asli, atau orang yang tahu. Kalau ingin model membantu, beri dia sumbernya dan minta kutipan.
Coba
Kartu pilah
Pilah pertanyaan berikut: rawan dijawab dengan karangan, atau relatif aman karena bahannya ada?
Berapa tarif pajak yang berlaku bulan ini untuk jasa ini?
Kenapa aturan lembur itu dicabut tahun lalu?
Ringkas notulen rapat yang saya tempel menjadi lima poin.
Siapa kepala bagian pengadaan di perusahaan pemasok kami?
Ubah email yang saya tulis ini supaya nadanya lebih sopan.
Sebutkan tiga penelitian yang membuktikan rapat pagi meningkatkan produktivitas, lengkap dengan penulis dan tahunnya.
6 kartu lagi
Permintaan yang memakai tiga cara sekaligus
Bisa dipakai di asisten AI mana pun.
Prompt-mu
Saya perlu jawaban untuk pertanyaan ini: ‹pertanyaan› Jawab hanya dari sumber yang saya tempel di bawah. Untuk setiap pernyataan, sertakan kutipan persis dari sumber dalam tanda kutip. Kalau sumber tidak memuat jawabannya, tulis "tidak ada di sumber" dan jangan menebak. Jawaban "tidak tahu" lebih berguna bagi saya daripada tebakan. Sumber: ‹sumber›
Kamu meminta ringkasan kontrak 30 halaman yang kamu tempel. Kamu khawatir model menambah kewajiban yang tidak ada di kontrak. Cara mana yang paling membantu?
Bawa pulang
Sebelum bertanya soal fakta
- Apakah pertanyaan saya termasuk jenis yang rawan: angka, nama, rujukan, kejadian baru, urusan internal?
- Sudahkah saya memberi sumber yang bisa dipakai model?
- Sudahkah saya menulis bahwa "tidak tahu" adalah jawaban yang boleh?
- Sudahkah saya meminta kutipan yang bisa saya cocokkan?
- Kalau jawabannya menyebut aturan, apakah aturan itu masih yang terbaru tentang hal ini?
- Apakah premis pertanyaan saya sendiri sudah benar?
Yang salah di tempat kami
Pasal yang terlihat benar
- Konteks
- Kami membuat alat bantu analisis yang menyaring unggahan media sosial terhadap pasal-pasal undang-undang yang relevan.
- Yang terjadi
- Dalam uji awal, model menyebut nomor pasal dan bunyi yang terdengar meyakinkan. Dari keluarannya saja, kami tidak bisa tahu mana yang benar.
- Dampaknya
- Tidak ada yang sampai ke pengguna. Kalau lolos, analisis hukum bisa berdiri di atas pasal yang salah.
- Akar masalah
- Model menebak teks yang paling mungkin, bukan mengambil teks dari sumber. Nomor pasal adalah pola yang mudah ditiru.
- Yang kami lakukan
- Alat itu diubah untuk menampilkan teks pasal dari sumber yang tersimpan, bukan dari ingatan model, dan menandai semua keluaran sebagai draf.
- Pengaman yang kami pasang
- Setiap pasal yang dikutip harus diverifikasi penasihat hukum terhadap sumber resmi sebelum dipakai.
PelajarannyaRujukan yang terdengar tepat tetap harus dicek ke sumbernya.
Artinya untuk kerjamuSetiap nomor pasal, angka, atau kutipan dari AI baru boleh kamu pakai setelah kamu menemukannya sendiri di teks resminya.
