Modul 3 · Minta dengan jelas
Memperbaiki hasil lewat beberapa putaran
Intinya
Jangan mengulang dengan "coba lagi". Cari bagian daftar periksa yang meleset, beri umpan balik yang spesifik, dan uji prompt yang dipakai berulang pada 5 sampai 10 contoh nyata.
Setelah pelajaran ini kamu bisa
- Mendiagnosis bagian daftar periksa mana yang membuat jawaban pertama meleset
- Memberi umpan balik yang spesifik, bukan sekadar coba lagi
- Menguji prompt penting pada 5-10 contoh nyata sebelum mengandalkannya
Istilah di pelajaran ini
Pahami
Jawaban pertama dari AI jarang langsung pas, dan itu wajar. Rekan baru pun jarang tepat di percobaan pertama. Yang membedakan orang yang cepat selesai dengan orang yang berputar-putar adalah cara memperbaikinya.
Langkah pertama adalah mendiagnosis, bukan mengulang. Sebelum menulis apa pun, tanyakan: bagian daftar periksa (checklist) mana yang membuat jawaban ini meleset? Gejalanya biasanya menunjuk ke satu bagian. Kalau isinya benar tetapi fokusnya salah, Tujuan belum jelas. Kalau bahasanya terlalu teknis atau terlalu dangkal, Pembaca belum disebut. Kalau ada fakta yang tidak kamu kenal, Bahan kurang atau model tidak dilarang menambah dari luar. Kalau terlalu panjang atau nadanya salah, Batas belum tegas. Kalau kamu harus menyusun ulang hasilnya, Bentuk belum disebut. Kalau kamu tidak tahu bagian mana yang harus dicek, Cek terlewat.
Langkah kedua adalah memberi umpan balik yang spesifik. "Kurang bagus, coba lagi" hampir selalu menghasilkan versi lain dengan masalah yang sama, karena model tidak tahu apa yang salah. Umpan balik yang berguna punya tiga bagian: apa yang salah, apa yang harus dipertahankan, dan apa yang harus diubah. Misalnya: "Terlalu panjang dan terlalu resmi. Pertahankan tiga langkah dan tanggal berlakunya. Ubah menjadi paling banyak 120 kata dengan sapaan 'Halo tim'." Satu putaran yang spesifik lebih berharga daripada lima putaran "coba lagi". Setelah perbaikannya berhasil, masukkan perubahan itu ke prompt (perintah atau instruksi yang kamu tulis untuk AI) aslimu, supaya lain kali kamu tidak perlu mengulang putaran yang sama.
Langkah ketiga berlaku untuk prompt yang akan kamu pakai berulang kali, misalnya untuk merangkum laporan mingguan atau mengelompokkan pertanyaan pelanggan. Sebelum mengandalkannya, uji pada 5 sampai 10 contoh nyata, termasuk beberapa yang sulit. Prompt yang bagus untuk satu contoh mudah bisa gagal pada contoh yang berantakan. Kalau ada yang meleset, perbaiki promptnya, lalu jalankan lagi semua contoh, termasuk yang tadi sudah lolos.
Kalau percakapan sudah sangat panjang dan putaran baru malah memperburuk hasil, mulailah percakapan baru dengan permintaan yang sudah diperbaiki. Alasannya ada di pelajaran tentang token (potongan kata yang dihitung dan dibaca model) dan jendela konteks (context window).
Kumpulan 5 sampai 10 contoh itu kita sebut set uji (test set). Kegiatan menjalankannya dan menilai hasilnya disebut evaluasi (eval). Kedengarannya teknis, tetapi untuk pekerjaan kantor caranya sederhana.
Pilih contohnya dengan sengaja. Ambil dua atau tiga yang paling biasa, lalu tambahkan yang sulit: yang sangat panjang, yang hampir kosong, yang bahasanya campur, yang memuat dua permintaan sekaligus, dan yang dulu pernah membuat hasilnya salah. Samarkan data pribadinya. Simpan semuanya di satu tempat supaya bisa dipakai lagi.
Tulis dulu apa arti "hasil yang baik" sebelum menjalankan prompt, dalam tiga sampai lima kalimat yang bisa dijawab ya atau tidak. Misalnya: semua angka berasal dari bahan, tidak lebih dari 150 kata, setiap keluhan masuk satu kelompok, celah ditulis "tidak disebut". Kalau ukurannya baru dipikirkan setelah melihat hasil, kamu cenderung memaafkan hasil yang kelihatan rapi.
Ubah satu hal per putaran. Kalau kamu mengubah tujuan, batas, dan bentuk sekaligus, kamu tidak tahu perubahan mana yang menolong. Catat versi prompt dan hasilnya di dokumen sederhana.
Ingat juga bahwa prompt yang sama bisa memberi jawaban berbeda setiap kali dijalankan, seperti dijelaskan di pelajaran Jawaban yang berubah. Untuk contoh yang penting, jalankan dua kali. Kalau hasilnya berbeda jauh, promptnya belum cukup jelas.
Sebelum
Permintaan
Kurang bagus, coba lagi.
Hasilnya
Tentu, berikut versi yang diperbaiki: Yth. Rekan-rekan sekalian, Dengan hormat, bersama pesan ini kami sampaikan bahwa demi tertibnya administrasi kepegawaian, terhitung mulai tanggal 1 bulan depan, tata cara pengajuan cuti mengalami penyesuaian sebagaimana diuraikan berikut ini. Pertama, setiap pegawai diharapkan untuk mengisi formulir pengajuan cuti melalui sistem kepegawaian. Kedua, ...
Sesudah
Permintaan
Drafnya terlalu panjang dan terlalu resmi untuk tim sendiri. Pertahankan tiga langkah pengajuan dan tanggal berlakunya. Ubah: paling banyak 120 kata, sapaan "Halo tim", langkah ditulis sebagai daftar bernomor, hapus paragraf pembuka tentang tertib administrasi. Tambahkan satu kalimat penutup: siapa yang bisa ditanya kalau bingung, yaitu bagian kepegawaian.
Hasilnya
Halo tim, Mulai tanggal 1 bulan depan, pengajuan cuti memakai cara baru: 1. Isi formulir cuti di sistem kepegawaian paling lambat 5 hari kerja sebelum cuti. 2. Atasan langsung menyetujui atau menolak dalam 2 hari kerja. 3. Setelah disetujui, catat cutimu di kalender tim. Cuti mendadak karena sakit tetap dilaporkan ke atasan di hari yang sama, lalu formulirnya menyusul. Kalau ada yang membingungkan, tanyakan ke bagian kepegawaian.
Yang berubah
- "Coba lagi" tidak memberi tahu apa yang salah, jadi model hanya mengganti kata dan tetap resmi.
- Umpan balik yang baik menyebut yang salah (panjang, resmi), yang dipertahankan (langkah, tanggal), dan yang diubah.
- Diagnosisnya jelas: Batas (panjang, nada) dan Bentuk (daftar bernomor) yang meleset, bukan Bahan.
- Periksa tetap perlu: kalimat cuti sakit muncul di versi baru, jadi cocokkan dengan aturan cuti yang berlaku.
Kesalahan umum
- Kesalahan
- Mencoba prompt pada satu contoh yang mudah, lalu memakainya untuk semua pekerjaan sejenis.
- Kenapa merugikan
- Kegagalan muncul pada contoh yang tidak pernah kamu coba: yang panjang, yang kosong, yang bahasanya campur. Karena hasilnya tetap terlihat rapi, kesalahannya baru ketahuan saat sudah dipakai orang lain.
- Lakukan ini
- Siapkan set uji 5 sampai 10 contoh nyata yang disamarkan, termasuk yang sulit. Tulis ukuran hasil yang baik lebih dulu, dan jalankan ulang semua contoh setiap kali promptnya diubah.
Coba
Kamu meminta AI meringkas laporan penjualan yang kamu tempel. Ringkasannya menyebut "kenaikan 12% dibanding tahun lalu", padahal laporanmu tidak memuat angka tahun lalu. Bagian daftar periksa mana yang paling perlu diperbaiki?
Ikuti satu putaran perbaikan yang sehat, dari jawaban pertama sampai prompt yang siap dipakai ulang.
Langkah 1 dari 5
Baca hasil pertama
Tandai apa yang meleset tanpa langsung menulis ulang.
Bawa pulang
Umpan balik yang spesifik
Bisa dipakai di asisten AI mana pun.
Prompt-mu
Hasil ini belum pas: ‹yang-salah›. Pertahankan ‹yang-dipertahankan›. Ubah ‹yang-diubah›. Jangan mengubah bagian lain.
Memperbaiki tanpa berputar-putar
- Saya mendiagnosis dulu bagian daftar periksa mana yang meleset.
- Umpan balik saya menyebut yang salah, yang dipertahankan, dan yang diubah.
- Perbaikan yang berhasil saya masukkan ke prompt aslinya.
- Prompt yang dipakai berulang saya uji pada 5 sampai 10 contoh nyata, termasuk yang sulit.
- Saya mengubah satu hal per putaran dan menjalankan ulang semua contoh.
Yang salah di tempat kami
Jalankan tes yang membuktikan perubahan
- Konteks
- Sebuah repositori besar punya ribuan tes. Menjalankan semuanya untuk setiap perubahan kecil memakan waktu lama.
- Yang biasanya salah
- Kalau setiap perbaikan kecil menunggu seluruh rangkaian tes, perbaikan lambat sampai ke pengguna, dan kegagalan yang tidak berhubungan mengaburkan yang penting.
- Akibatnya bila dibiarkan
- Waktu terbuang, dan sinyal dari tes yang relevan tenggelam.
- Akar masalah
- Lebih banyak tes terasa lebih aman, padahal yang penting adalah tes yang menyentuh perubahan.
- Cara kami
- Kami memilih tes yang relevan dengan berkas yang berubah, ditambah pemeriksaan tipe, lint untuk berkas yang berubah, dan build asli.
- Aturan yang kami pegang
- Setiap rencana tugas menulis tes mana yang harus dijalankan.
PelajarannyaPilih tes yang membuktikan perubahanmu, bukan semua tes yang ada.
Artinya untuk kerjamuSaat memeriksa perubahan kecil, pilih pemeriksaan yang membuktikan perubahan itu, bukan mengulang semua pemeriksaan yang ada.
